Jayapura -- Ketua Komisi IV DPR Papua yang membidangi pertambangan, Yarius Balingga mengatakan, mesti ada solusi oleh pemerintah provinsi dan kabupaten (kota) terhadap keberadaan tambang emas ilegal di Papua.
(Baca ini: Akuisisi Saham Freeport, Inalum Jadi Operator Tambang Nomor 1 Dunia)
Ia mengatakan, jika hanya menutup aktivitas tambang ilegal, tak akan menyelesaikan masalah. Pemprov Papua dan pemerintah kabupaten (kota) perlu mengambil langkah bijak menyikapi keberadaan tambang emas ilegal di berbagai daerah di Papua misalnya di Kampung Bondua, Distrik Seredala, Kabupaten Yahukimo.
“Harus ada solusi karena yang menambang bukan hanya orang dari luar, tapi ada orang asli Papua baik dari daerah lain maupun masyarakat setempat, termasuk pemilik ulayat,” kata Yarius Balingga, Rabu (26/09).
Menurutnya, salah satu solusi yang dapat dilakukan pemprov dan pemerintah kabupaten (kota), dengan membuat regulasi dan mengeluarkan izin wilayah pertambangan rakyat.
Namun lanjutnya, dalam regulasi harus diatur bagaimana agar orang asli Papua diproteksi, dan terlibat untuk melakukan penambangan, agar orang asli Papua dapat menambang kekayaan alamnya sendiri.
(Lihat ini: Diduga Mantan Bupati Yahukimo Terlibat Aktivitas Penambangan Emas Ilegal)
Begitu juga akses masuk untuk penambang dari luar Papua dan daerah lain di Papua ke wilayah penambangan, harus satu pintu agar mudah diawasi.
“Misalnya di Yahukimo, orang luar boleh saja masuk, tapi harus ada izin dari pemerintah daerah dan akses masuknya ke lokasi harus ditentukan,” ujarnya.
Ia khawatir jika keberadaan tambang ilegal di Papua tak diatur secara baik, akan menyingkirkan penambang asli di daerah itu dan memicu munculnya konflik.
(Lihat ini: Gubernur Diminta Terus Tindak Aktivitas Ilegal di Papua)
Komisi IV DPR Papua kata Yarius Balingga, akan memanggil dinas Energi Suber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua, juga berkoordinasi dengan gubernur agar mendorong adanya regulasi sebagai acuan semua daerah di Papua untuk penambangan rakyat.
“Termasuk diatur bagaimana orang asli Papua menjadi prioritas dalam aktivitas penambangan,” ucapnya.
Copyright ©Metro Merauke "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com
Paling Dilihat
-
Pemandangan Kota Manokwari dari kejauhan. Manokwari -- Siapa yang tidak mengenal Kabupaten Manokwari? Ibu kota Provinsi Papua Bar...
-
Gemariau.com - Keluarga Wayan Mirna Salihin akan terus mengawal persidangan Jessica Kumala Wongso hingga tuntas. "Kami bakal terus ...
-
Tips Cara Sukses Budidaya Ikan Lele Cepat Panen di Kolam Terpal - Apakah Anda tertarik bisnis lele? Kenapa tidak segera terjun ke bisnis ini...
-
Perdana Menteri (PM) Vanuatu, Charlot Salwai (©2019 Getty Image s ) PORT VILA, Vanuatu - Pemimpin blok Oposisi Vanuatu, MP Ismae...
-
Tan Malaka merupakan tokoh yang dikenal atas pemikiran revolusioner berhaluan kiri. Tan Malaka atau Sultan Ibrahim dengan gelar Datuk Tan ...
-
Download PEACH BLOOD 4.8 APK MOD Unlimited Coins Terbaru | Meirasoft.blogspot.com : Selamat siang good people, apa kabar? semoga hari ini s...
-
PORT MORESBY, - Menyusul sumpah Perdana Menteri ke-8 Papua Nugini ini, James Marape kemarin; Tujuh orang juru kunci kabinet mengambil sum...
-
Perdana Menteri VANUATU, (H.E. Mr Charlot Salwai Tabimasmas) saat berpidato di Majelis Umum PBB (UNGA) ke-72 di New York, AS (21/09/20...
-
Arnold Ap (1 Juli 1946 – Dibunuh 26 April 1984) . Kredit ilustrasi Alit Ambara (Nobodycorp). “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah ha...
-
Hiu Paus sepanjang 8,8 meter terlihat terdampar dan mati di pantai Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (8/9) - (Is...

0 komentar
Posting Komentar