Senin, 21 November 2016

Cara Madrid dan CR7 Buat Pembencinya Diam 1000 Bahasa



Gemariau.com - Real Madrid dan Cristiano Ronaldo menyumpal mulut semua kritikus yang meragukan kualitas mereka. Penampilan luar biasa keduanya berbuah kemenangan dan rekor fantastis buat Los Blancos.
Menapaki laga di Vicente Calderon hari Sabtu kemarin, 19 November 2016 atau Minggu dini hari WIB, Madrid dihantui rekor buruk tiap bertemu Atletico dalam El Derbi Madrinelo.
Melihat 10 pertemuan terakhir, ternyata Atletico sering menjadi batu sandungan untuk Madrid. Seperti dilansir Soccerway, Los Rojiblancos lebih unggul dengan meraih lima kemenangan, sedangkan Los Blancos hanya mampu menang dua kali. Sisanya, tiga pertandingan berakhir imbang.
Dalam dua pertemuan di La Liga musim lalu, Madrid tak mampu menekuk Atletico. Laga di Vicente Calderon berakhir imbang 1-1. Setelah itu, Atletico sukses menekuk Madrid 1-0 di Santiago Bernabeu.
Tetapi, penampilan luar biasa Ronaldo berhasil memberikan kemenangan meyakinkan di kandang sang tetangga. Tiga gol megabintang asal Portugal itu mewarnai malam indah Madrid. Kemenangan 3-0 ini akan diingat oleh Madridistas dalam beberapa tahun ke depan.
Jadi kemenangan kemarin sebenarnya tidak disangka-sangka oleh banyak pihak. Bahkan, pelatih Madrid, Zinedine Zidane, tak bisa menutupi rasa bahagianya.
"Tak banyak tim yang bisa datang ke Vicente Calderon dan menang 3-0 seperti ini," ujar Zidane, seperti dikutip Marca.
"Pendekatan yang kami lakukan di setiap pertandingan adalah meraih kemenangan. Kami tahu hal itu akan sulit dicapai hari ini, tapi kami berhasil melakukannya dengan kerja keras dan determinasi," lanjutnya.
Perasaan berbeda pasti dirasakan oleh tim yang menelan kekalahan. Tiga kali kebobolan di kandang sendiri dalam laga derby tentu bukan sebuah memori indah.
Apalagi Los Rojiblancos sekarang menelan kekalahan ketiganya dalam empat laga LaLiga terakhir dan sembilan poin dari puncak klasemen, membuat harapan Atleti untuk merebut gelar juara mengecil meski masih awal musim.
Pelatih Atletico, Diego Simeone, tidak ingin mencari alasan dan mengakui kalau Madrid tampil begitu tangguh dalam laga derby kemarin.
"Beginilah hasilnya. Pada babak pertama, mereka lebih baik, dan kami lebih baik pada 20 menit pertama babak kedua. Penalti mengakhiri harapan kami untuk mengejar," ujar Simeone.
"Semua pertandingan berbeda. Kekalahan selalu menganggu saya. Ini tidak bagus. Ada beberapa kesalahan kolektif yang berujung kekalahan. Mereka (Madrid) bermain seperti biasanya, tapi kali ini Cristiano Ronaldo tampil bagus. Mereka tak merubah sistem, tapi mereka bermain dan menekan dengan baik," tambahnya.
Performa Ronaldo di Calderon kemarin memang begitu tajam. Tendangan bebasnya, penaltinya, dan sontekannya berujung kemenangan fantastis. Tapi, tidak itu saja.
Hattrick yang dicetaknya semalam menjadikan Ronaldo sebagai raja gol di partai derby.
Pemain 31 tahun itu kini sudah mengoleksi 18 gol dalam derby Madrid. Artinya, dia sudah melampaui catatan gol legenda Madrid, Alfredo Di Stefano, dalam partai derby.
Sepanjang karirnya bersama Los Blancos, Stefano hanya membobol gawang Atletico sebanyak 17 kali.
Dilansir Opta, Ronaldo masih berpeluang mencatatkan rekor lain bersama Madrid di laga derby. CR7 kini sudah mencetak tujuh gol saat menghadapi Atletico di Vicente Calderon.
Artinya, Ronaldo hanya butuh dua gol lagi untuk menyamai rekor Ronaldo Luiz Nazario de Lima. Dia merupakan pemain paling rajin membobol gawang Atletico di Vicente Calderon dengan catatan sembilan gol.
Tak hanya Madrid yang diragukan, Ronaldo juga belakangan tengah dipertanyakan ketajamannya. Memang gol yang dicetaknya kemarin tak sebanyak musim-musim sebelumnya. Tapi, hat-trick kemarin bagai menutup mulut para kritikus.
"Anda tidak pernah boleh meragukan Cristiano dan mereka yang masih, silahkan menonton pertandingan tadi lagi dan lihat apa yang telah dia lakukan," ujar bek Madrid, Marcelo, pada Movistar Plus.
Tak hanya Marcelo, rekan Ronaldo yang lain, Dani Carvajal, pun merasa pemilik nomor punggung 7 itu pantas merebut kembali gelar Ballon d'Or.
"Saya harap dia memenangkan Ballon d'or, saya pikir dia pantas meraihnya. Dia kembali memamerkan kehebatannya," tambah Carvajal.
Lalu bagaimana reaksi Ronaldo usai sukses besarnya di laga bergengsi kemarin? Dengan berbagai rekor yang ditorehkannya musim lalu, maka Ballon d'Or bukan hal yang mustahil.
Ronaldo mencetak 51 gol dalam 48 pertandingan di semua kompetisi untuk Madrid musim lalu, termasuk 16 dalam 12 laga Liga Champions yang berujung gelar juara Eropa ke-11 buat klub Ibukota Spanyol itu.
Prestasinya semakin menanjak usai merebut gelar besar pertamanya dengan Portugal pada Piala Eropa 2016, mencetak tiga gol untuk membawa negaranya ke final, dimana gol tunggal Eder memastikan kemenangan 1-0 atas Prancis.
Sang pemain pun mengatakan dirinya sudah melakukan segalanya demi kepantasan merebut gelar bergengsi tersebut setelah melihat prestasi yang dicetaknya sepanjang satu tahun terakhir.
"Saya sudah melakukan segalanya musim ini," ujar Ronaldo pada Telefoot. "Kami memenangkan Liga Champions, saya memenangkan Piala Eropa dengan Portugal. Pemungutan suara bukan tergantung saya dan saya tidak ingin terobsesi dengannya."
"Tapi, kalau Anda tanya apakah saya ingin memenangkan Ballon d'Or, saya akan jawab iya. Tahun ini sudah berlangsung amat luar biasa untuk saya, berbagai gelar tersebut. Tak perlu diragukan lagi, ini adalah musim terbaik saya," tambahnya.(al/viva)

0 komentar

Posting Komentar